Header Ads

Pesona STP Trisakti di Usia ke 48, Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Kepariwisataan Indonesia


Jakarta, tvlink
Tepat tanggal 2 Juni 2017 Sekolah Tinggi Panwisata (STP)Trisakti akan memasuki usia ke-48 tahun. Sudah tentu bukan usia yang muda untuk kehidupan manusia, bahkan bisa dikatakan usia yang kian matang, terlebih lagi mendekati usia emas 50 tahun di tahun 2019 yang akan datang.

Dalam perjalanan 48 tahun sesuai dengan Visi dan Misi yang diemban, sudah banyak kiprah dan kontribusi STP Trisakti, baik dalam lingkup lokal. regional maupun intemasional dalam pengembangan kepanwisataan, khususnya pula dunia pendidikan di Indonesia, STP Trisaktipun dikenal dan melekat dalam ingatan masyarakat sebagai Kampus Pesona yang senantiasa melahirkan insan muda pariwisata yang berkualitas dan profesional.

Seiring dengan perkembangan kepanwisataan serta sistem pendidikan tinggi yang begitu pesat dinegeri ini, semakin besar pula tantangan yang harus di hadapi dan di selesaikan dengan sempurna oleh STP Trisakti Peningkatan mutu sistim pendidikan, kurikulum ,sarana prasarana pendidikan serta sumber daya manusia, baik dosen maupun karyawan harus dapat menghasilkan lulusan- lulusan terbaik dan berkualitas yang pada akhirnya mereka semua dapat diterima serta berperan aktif mengabdi di masyarakat.

Kontribusi serta peran aktif STP Tnsakti dalam pengembangan kepariwisataan di Indonesia juga menjadi salah satu agenda persiapan 50 tahun STP Tnsakti di 2019 dalam rangka mendukung serta menindaklanjuti amanat Presiden RI Joko Widodo dalam hal percepatan pengembangan pariwisata Indonesia yang sejalan dengan RPJM 2015-2019, dimana pembangunan pariwisata di prioritaskan dan diberi target pencapaiannya, salah satu targetnya adalah jumlah Wisatawan asing berkunjung sebesar 20 Juta, wisatawan nusantara yaitu pengunjung dan dalam negeri berjumlah 275 juta orang sehingga Pariwisata Indonesia nantinya dapat menjadi leading pembangunan yang dapat menggerakkan perekonomian bangsa.

Konsisten dan berkelanjutan dalam mempersiapkan SDM Pariwisata Indonesia serta Menghasilkan lulusan yang berkualitas merupakan tujuan utama STP Trisakti.Hal ini sebagai salah satu rasa tanggungjawab sosial institusi, baik terhadap masyarakat, bangsa dan Negara, Namun tantangan besar kedepan tetap harus dihadapi dan di selesaikan. Untuk itu STP Trisakti di usianya yang ke 48 ini tetap harus bersinergi dengan lebih baik dan harmonis bersama seluruh stake holdernya baik Pemerintah, Swasta serta masyarakat pendidikan dan pariwisata Untuk itulah dukungan dukungan senantiasa di berikan oleh STP Trisakti dalam berbagai bentuk partisipasi aktif berupa Penelitian dan Pengabdian Masyarakat diantaranya Pembínaan Homestay Desa Wisata di Cibuntu, Desa Petak Mojokerto, Desa Sakerta Timur di Kuningan serata, Sosialisasi Digital Tourism , serta penelitian di Bantul, Kacirebonan, Pekalongan dan lain lain, Sehingga diharapkan segala dukungan dan kontribusi yang di berikan oleh STP Trisakti dapat menjadi Pesona bagi kalangan insan Pendidikan dan Pariwisata di Indonesia.

Untuk itulah dalam peringatan Dies natalis STP Trisakti tahun ini mengangkat tema "Pesona Pariwisata Trisakti untuk Indonesia".

Berkaitan dengan tema Dies tersebut, maka pada acara puncak yang berlangsung pada tanggal 2 Juni 2017, bertembat di Gedung Auditorium Kampus Pesona STP Trisakti. Ketua Pelaksana Dies natalis Ir Fachrul Habibi, yang juga Direktur Vokasi STP Trisakti lebih menitikberatkan acara Dies tahun ini dengan penyelenggaraan acara/kegiatan ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat, seperti kegiatan Seminar series internal, Nasional dan Internasional yang mengacu kepada tema Dies natalis , Diskusi ilmiah ,workshop kepariwisataan ,Penelitian dan Sistim Pendidikan Tinggi, Pengabdian Masyarakat di desa Sakerta, Kuningan Jabar, Penghargaan Prestasi Dosen, Karyawan dan Mahasiswa, Penandatanganan MoU kerjasama, Pemberian Beasiswa dan mitra industri maupun pemerintah (Kopertis Wilayah III, Beasiswa Unggulan Diknas). Selain itu ada juga beberapa acara penunjang seperti kegiatan olah raga, lomba ketrampilan tingkat nasional, pentas seni dan budaya serta kegiatan alumni.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati ,SE,MM didepan para wartawan yang hadir dalam Dies Natalis STP Trisakti menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur STP Trisakti hari ini masuk usia 48 tahun, dan tahun demi tahun terus ada peningkatan, baik jumlah mahasiswa yang ingin studi kepariwisataan maupun pengakuan dari industri maupun institusi dalam negeri maupun luar negari terbukti dengan banyaknya mahasiswa luar negeri yang ingin belajar Kepariwisataan di STP Trisakti.

STP Trisakti saat ini dalam pengabdian masyarakat, terus memfokuskan dalam pembinaan desa-desa, karena Indonesia memiliki daerah wisata yang indah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, disamping itu seluruh mahasiswa dalam Praktek Kerja Nyata juga kita arahkan ke desa-desa wisata, untuk membantu pengembangan pariwisata di pedesaan, untuk mentransfer ilmu yang selama ini dipelajari di STP Trisakti untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia, dan program pemerintah yang sudah di canangkan Presiden Jokowi, yaitu kunjungan wisatawan asing hingga 20 juta, bisa tercapai, ungkap Fetty Asmaniati ,SE,MM.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso,MBA,MC mengaku bersyukur atas prestasi yang demikian pesat telah diraih oleh STP Trisakti, namun tantangan kedepan lebih berat dan harus ditingkatkan dengan kerja, kerja dan kerja, seluruh jajaran STP Trisakti harus tetap kompak maju bersama, untuk para dosen yang belum doktor harus ditingkatkan, dan yang sudah doktor juga harus bisa menjadi Profesor, Yayasan Trisakti akan terus mendorong para dosen untuk lebih maju.

Kemajuan STP Trisakti juga taklepas dari perjuangan pendiri maupun pimpinan terdahulu, kita juga terus introspeksi diri agar lebih berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara, jangan tanya apa yang Negara berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang kita berikan kepada Negara ini, demikian juga pada institusi ini, apa yang telah kita berikan pada STP Trisakti, hal inilah sebagai upaya agar kita terus maju, kita ingin masing-masing bisa jadi jagoan, kita dituntut untuk cerdas, kuat, pandai, karena “Pariwisata” persaingannya bukan hanya ditingkat nasional, namun internasional, kita bersaing ditingkat dunia, output juga harus lebih unggul, untuk itu perlu terus kita evaluasi serta tetap kerja, kerja dan kerja, tegas Dr Bimo Prakoso.

hal yang sama juga diungkapakan  koordinator Kopertis wilayah III Dr. Ir Illah Sailah, MS, bahwa STP Trisakti agar terus menjaga sebagai perguruan tinggi terbaik, dengan menjaga kekompakan antara Yayasan, Pengelola Perguruang Tinggi, Dosen maupun Mahasiswa, serta terus meningkatkan prestasi mahasiswa maupun dosen untuk berkompetisi.

Fasilitas sarana dan prasarana, peningkatan kurikulum maupun aturan-aturan juga dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, kita perlu pola pemikiran yang jernih untuk mengelola pendidikan tinggi, dan sistem pendidikan juga harus patuh pada regulasi pendidikan nasional maupun internasional, saya yakin STP Trisakti telah mampu bersaing di Asean, “Atas nama Kopertis, saya juga berterimakasih pada STP Trisakti karena telah melakukan penbinaan di desa-desa, ini wujud bahwa kita semua cinta tanah air, kembangkan terus potensi wisata di pedesaan, disana banyak sarana wisata yang belum di kelola dengan baik”, pinta Dr Illah Sailah.(Pry)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.